Iklan sering jadi biaya terbesar kedua setelah modal stok, tapi paling jarang diukur dengan benar. Banyak yang berhenti di ‘iklannya rame di-klik’ tanpa tahu tiap rupiah iklan balik berapa. Padahal ukurannya sederhana kalau datanya kecatat. Ini cara ngukur iklan jualan online biar duit iklan kerja, bukan kebakar.
Ads are often the second-largest cost after stock capital, yet the least properly measured. Many stop at ‘the ad got lots of clicks’ without knowing how much each rupiah of ads returns. Yet the measure is simple if the data is recorded. Here’s how to measure online ads so the money works instead of burning.
Klik dan impresi yang banyak bikin iklan keliatan berhasil, padahal itu belum ngomong soal uang. Ukuran yang benar adalah ROAS: nilai penjualan dari iklan dibagi biaya iklannya. Rata-rata ROAS e-commerce ada di sekitar 2,87:1 sebagai gambaran umum — tapi angka pastinya sangat tergantung jenis produk dan marginmu.Lots of clicks and impressions make an ad look successful, yet that says nothing about money. The right measure is ROAS: sales value from the ad divided by its cost. Average e-commerce ROAS is around 2.87:1 as a general guide — but the exact number depends heavily on product type and your margin.
Iklan yang rame di-klik tapi ROAS-nya rendah berarti ramai doang: banyak yang mampir, sedikit yang beli atau beli yang murah. Fokus ke ROAS bikin kamu menilai iklan dari hasil, bukan dari keramaian.An ad with many clicks but low ROAS means busy for nothing: lots visiting, few buying or buying cheap. Focusing on ROAS makes you judge ads by results, not by the crowd.
Sumber: benchmark ROAS dari TrendTrack (2025).Source: ROAS benchmarks from TrendTrack (2025).
ROAS ‘bagus’ itu relatif. Titik impasnya dihitung dari margin: ROAS break-even = 1 dibagi margin profit. Margin 20% butuh ROAS 5:1 cuma buat impas; margin 50% cukup 2:1. Di atas titik impas itulah iklan baru nyumbang untung.A ‘good’ ROAS is relative. Its break-even comes from margin: break-even ROAS = 1 divided by profit margin. A 20% margin needs 5:1 just to break even; a 50% margin needs only 2:1. Only above that break-even does the ad add profit.
Patokan dari orang lain bisa menyesatkan karena margin tiap bisnis beda. Hitung target ROAS-mu sendiri sekali, lalu pakai itu sebagai garis: di bawahnya iklan dievaluasi, di atasnya dipertahankan atau ditambah.Someone else’s benchmark can mislead because every business’s margin differs. Compute your own target ROAS once, then use it as the line: below it, ads get reviewed; above it, kept or scaled up.
Sumber: benchmark ROAS dari TrendTrack (2025).Source: ROAS benchmarks from TrendTrack (2025).
Kalau semua biaya iklan dilihat sebagai satu angka gabungan, satu campaign yang jago bisa nutupin beberapa yang boros — dan kamu terus bayar yang rugi tanpa sadar. Pisahkan top up dan spend harian per campaign biar tiap campaign kelihatan hasilnya masing-masing.If all ad cost is seen as one lumped figure, a strong campaign can mask several wasteful ones — and you keep paying for the losers unknowingly. Separate top-ups and daily spend per campaign so each campaign’s result shows on its own.
Dengan spend terpisah per campaign, kamu bisa bandingkan ROAS antar campaign secara adil dan tahu persis dana iklan mengalir ke mana. Keputusan jadi di level campaign, bukan tebakan di level total.With spend split per campaign, you can compare ROAS across campaigns fairly and know exactly where ad money flows. Decisions happen at the campaign level, not guesses at the total level.
Selain ROAS, ukur biaya iklan per order: total spend dibagi jumlah order yang datang dari iklan. Angka ini gampang dibandingkan langsung dengan untung kotor per order — kalau biaya dapat satu order lebih besar dari untung kotornya, iklan itu rugi walau omzetnya naik.Besides ROAS, measure ad cost per order: total spend divided by orders coming from ads. This number compares directly against gross profit per order — if the cost to win one order exceeds its gross profit, the ad loses money even as revenue rises.
CPA berguna banget buat produk dengan harga mirip, karena jadi ukuran yang gampang dipahami tim: ‘satu order dari iklan ini ongkosnya sekian’. Pantau CPA berdampingan dengan ROAS biar gambarannya lengkap.CPA is especially useful for similarly-priced products, as it becomes an easy measure for the team: ‘one order from this ad costs this much’. Track CPA alongside ROAS for the full picture.
Ngukur iklan baru ada gunanya kalau dipakai buat ambil keputusan. Tiap minggu, lihat ROAS dan CPA per campaign: yang konsisten di bawah target dihentikan atau diperbaiki, yang di atas target ditambah budget-nya. Inilah yang bikin belanja iklan makin efisien dari waktu ke waktu.Measuring ads only matters if used to decide. Each week, review ROAS and CPA per campaign: those consistently below target get stopped or fixed; those above target get more budget. This is what makes ad spend more efficient over time.
Yang dihindari adalah membiarkan semua campaign jalan terus ‘karena udah terlanjur’. Anggaran iklan terbatas, jadi tiap rupiah harusnya pindah ke campaign yang terbukti balik paling besar.What to avoid is letting every campaign run on ‘because it’s already going’. Ad budget is limited, so each rupiah should move to the campaign proven to return the most.
Tips: Iklan yang efektif bukan yang paling rame di-klik, tapi yang ROAS-nya di atas titik impas dan konsisten dari minggu ke minggu. Semua itu cuma bisa dinilai kalau top up dan spend tiap campaign kecatat dan nyambung ke penjualannya.Tip: An effective ad isn’t the most-clicked, but one whose ROAS stays above break-even consistently week to week. All of it is only assessable if each campaign’s top-up and spend are recorded and linked to its sales.
Rakitdata punya template & web app Bisnis Online siap pakai dengan menu Ads — top up saldo, track spend harian per campaign, dan biaya iklan langsung sinkron ke kas & laba rugi, jadi efektivitas iklan kebaca berdampingan dengan untungnya.Rakitdata has ready-to-use Online Business templates & web apps with an Ads module — top up balance, track daily spend per campaign, and ad costs sync straight to cash & P&L, so ad effectiveness reads right next to profit.